Carakerja dari kopling sistem hidrolis mengandalkan tekanan hidrolis dari minyak. Pedal kopling berfungsi untuk menekan minyak yang sudah ada dalam master silinder. Selanjutnya minyak akan dibawa ke arah silinder kopling. Tekanan akan berlanjut mendorong tuas pembebas dan bantalan tekan yang bekerja untuk menekan pegas diafragma.
Ceritanya saya ngebet pangen pasang kopling hydrolik, seperti yang banyak dijual di toko-toko variasi. Tapi saya kurang sreg, karena masih pake kawat di ujung boosternya. Kayaknya kok gimana, gitu. Akhirnya setelah ubek-ubek perpustakaan untuk mempelajari prinsip kerja Hydrolik, saya coba untuk membuat sendiri kopling hydrolik dengan part yang mudah ditemukan. Pertama-tama siapkan bahan-bahan Pompa/master atas kiri. Terserah mau pake merk apa, di pasaran banyak tersedia dari yang murah sampai yang mahal. Master rem belakang, beli bekas saja biar lebih murah, karena hanya akan diambil selongsong/bodinya saja Selang rem, sebaiknya yang model ada anyaman kawatnya, karena katanya lebih kuat Piston cup set seal master rem, usahakan yang kualitas bagus atau original. Saya pilih merk SGP Suzuki Genuine Part karena harganya lebih murah dibanding punya Yamaha. “Lho, bukannya onderdil Suzuki mahal ?” Au ah Aluminium batangan, di tukang bubut biasanya punya. Kebetulan saya dapatnya Ø16mm bahan utama Untuk yang sudah berkeluarga, siapkan bahan tambahan. Yaitu beberapa lembar foto Presiden pertama RI, jumlahnya tergantung situasi dan kondisi. Fungsinya ? Kalo bini ngomel-ngomel, kasih aja suruh pergi belanja. Trust me, its works 10 lembar aja cukup kok OK, sementara bini pergi belanja kita bisa tenang bikin koplingnya. Mari di ulas satu persatu 1- Pergi ke tukang bubut, minta agar a. buat silinder housing dari master rem belakang yang dibuang bagian tepinya hingga tersisa bentuk silinder, lalu buat lubang kecil di pangkalnya kira-kira Ø3mm untuk pembuangan angin. Jangan lupa, lubang bekas reservoir ditutup dengan las. b. Bikin nepel pembuangan angin, dari aluminium yang diberi lubang drat di tengahnya. Karena saya pake banjo M6 sebahai nepel pembuangan angin, maka lubangnya juga drat m6. “Ingat, antara lubang dan potongan ujung aluminium harus tegak lurus, itulah alasannya harus buat di tukang bubut” c. rakit master silinder dengan nepel pembuangan angin, hingga hasilnya seperti gambar pembuatan silinder housing 2- Masih di tukang bubut. Buat stut penonjok floating piston yang nantinya akan menekan rumah kopling. Bahannya dari besi biasa jangan dari baja yang diberi alur untuk tempat seal. Bentuk dan ukurannya seperti gambar. Pastikan bagian sudut-sudutnya tidak tajam. Setelah dipasang seal, maka setut penonjok jadi seperti gambar di bawah. PERHATIKAN ARAH SEALNYA. Satu seal menghadap ke luar untuk menahan agar oli mesin tidalk masuk ke silinder housing, sedangkan 2 seal menghadap ke dalam untuk menerima tekanan dari master atas. Kira-kira seperti inilah nantinya bentuk kopling hydroliknya Selanjutnya, pasang silinder housing di bak mesin kanan cluth cover. Tentu saja dengan terlebih dahulu melubangi bak mesin sesuai diameter silinder. Lalu las silinder dengan las argon, sukup dilas pada 3 titik. Kalo dilas full takutnya panas las akan merusak dinding dalam silinder. Agar oli mesin tidak merembes keluar, maka sekeliling silinder ditutup dengan RESIN. Langkah terakhir, bak kopling dipasang kembali ke motor. Pasang selang hydrolik, lalu isi minyak rem. Keluarkan angin yang terperangkap di dalam silinder. Caranya sama seperti proses pembuangan angin pada caliper rem. Dan seperti inilah penampakan hasil ahirnya Minyak sudah diisi, angin sudah dikeluarkan. Saatnya UJI COBA…………. WELADALAH BUJUBUSYEEETTT……………………….ternyata tarikan handle cukup BERAT sodara-sodara. Dan kopling sangat sensitif, artinya ditarik sedikit sudah netral, begitu juga saat lepas kopling, baru dilepas sedikit saja motor sudah loncat. Dicoba di kemacetan, suer…..tangan pegel. Tapi tidak ada gejala selip kopling saat ganti gigi meski pada RPM tinggi. Artikel ini sekaligus mematahkan mitos bahwa “DENGAN MENGAPLIKASI KOPLING HYDROLIK MAKA KOPLING AKAN MENJADI LEBIH RINGAN” Yang menentukan berat ringannya kopling adalah perbandingan gerak antara handle dengan setut. Nah pada kasus kopling buatan saya ini, diameter silinder setut sama dengan diameter pompa master, makanya kopling jadi cukup berat. Kesimpulan Kopling bikinan saya ini tidak cocok dipakai di jalan padat yang butuh stop and go, bakalan pegel tangan, juga resiko nyruduk kendaraan di depan karena kopling terlalu sensitif cenderung liar. Tapi kalo buat drag,……kayaknya OK. Biar lebih jelas, berikut saya lampirkan skema kopling hydrolik yang saya buat, kalo ada yang ingin didiskusikan silahkan tulis dikolom komentar karena diprotes bini motor jadi terlalu liar, maka bikin lagi yang lebih jinak. Pake bekas caliper yang dimodif sedikit. Kalo yang ini, ……baru nyaman. Detailnya di artikel salanjutnya sajah
VvPhG.