Syiahartinya pendukung, maksudnya pendukung Ali bin Abi Thalib. c. Allah itu "laisa kamislihi syaiun" tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya. d. Mengimani sifat-sifat Khabariah (yang dikhabarkan Allah tentang diriNya), yaitu : 1. Wujud (Ada). 2. Qidam (Maha Dahulu). 3. Baqa (Kekal Abadi) 4.
Makna Laisa Kamitslihi Syai’un MAKNA LAISA KAMITSLIHI SYAI'UN Oleh Abdul Wahab Ahmad Dalam al-Qur’an, ada satu ayat yang menjadi kunci utama dalam memahami seluruh ayat atau hadis terkait sifat Allah. Ayat itu adalah لَیۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَیۡءࣱۖ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡبَصِیرُ "Tiada satu pun yang sama dengan Allah. Dan, Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat" [Surat Asy-Syura 11] Semua pengkaji akidah tahu ayat itu, tapi tak semuanya tahu apa makna sebenarnya dari ayat tersebut. Mereka yang tak tahu maksudnya akan mengira bahwa ayat itu berarti tak ada yang bentuknya atau karakter fisiknya sama dengan Allah. Dalam benak mereka, Allah itu punya fisik hanya saja bentuk dan karakteristiknya kaifiyahnya tak mirip dengan segala bentuk fisik yang lain atau jismun la kal ajsam. Mereka mengira bahwa Allah punya tangan yang tak sama dengan tangan kita, tangan hewan, tangan malaikat, tangan jin atau tangan robot, tapi tetap tangan secara fisik. Demikian punya dengan wajah, mata, kaki dan lainnya hanya berbeda kaifiyahnya saja, tapi tetap organ fisik. Mereka inilah yang disebut para ulama sebagai mujassimah dan musyabbihah. Mereka ini tak pernah sadar bahwa kalau artinya demikian, maka tak ada istimewanya Allah dengan perkataan Laisa kamitslihi syai'un itu. Bukankah banyak sekali bentuk fisik yang unik tak ada duanya di seluruh penjuru semesta. Coba saja anda buat coretan acak di atas kertas, maka itu akan jadi coretan unik yang takkan anda temui di mana pun, sampai ke akhirat pun takkan menemukan yang sama dengan itu kecuali kalau difoto-copy, hehe. Coba anda buat bentuk abstrak dari tanah liat, atau bayangkan makhluk rekaan dalam kepala anda, maka hasilnya adalah sesuatu yang unik takkan mungkin sama dengan lainnya. Bahkan, tubuh manusia pun unik takkan ada yang sama persis kaifiyahnya di seluruh penjuru semesta ini. Hitung saja rambutnya atau scan sidik jari dan retinanya kalau tak percaya. Dalam makna ini, maka sebagai manusia anda bisa berkata "laisa kamitsli syai'un" tak ada yang satu pun yang sama denganku dan itu betul. Teman, saudara, dan siapa pun bisa berkata seperti itu juga dan itu semua betul. Lalu apa spesialnya Allah berkata seperti itu di ayat di atas? Kalau maknanya hanya seperti di atas tadi, hanya tidak ada ada yang sama dalam hal bentuk dan karakteristiknya kaifiyahnya dengan Allah, maka tak ada yang spesial bagi Allah sebab yang lain juga bisa berkata yang sama. Akan tetapi, para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah Asy'ariyah-Maturidiyah tidak demikian memahami ayat di atas. Makna ayat itu adalah Allah benar-benar berbeda secara mutlak, tak ada yang sama dari aspek mana pun, tak ada bandingannya yang otomatis tak ada jenis kategorisnya dan tak bisa diukur. Bila seluruh alam dunia terdiri dari jauhar entitas tunggal terkecil yang terdiri dari satu unsur, jisim entitas yang terdiri beberapa unsur dan aradl aksiden, maka Allah bukan jauhar, jisim atau aradl. Artinya bila mau bertele-tele, maka kita katakan bahwa Allah bukan zat cair, zat padat, zat gas, energi, partikel, massa, volume, ruang, warna, gerakan, atau apapun yang mampu dikenal atau dibayangkan manusia. Lalu apa Allah itu kalau bukan semua hal? Allah ya Allah, titik. Dengan makna ini, maka apa bedanya Allah dengan yang lain? Jawabannya adalah berbeda dalam semua hal dan hanya Allah satu-satunya yang berbeda dengan cara seperti ini. Adapun selain Allah, paling banter hanya beda kaifiyah bentuk atau karakteristik saja, bukan beda dalam level hakikat. Semoga bermanfaat Abdul Wahab Ahmad 14 Januari pukul
Artinya membahas ilmu kaidah dan rambu-rambu bagaimana fikih diproduksi. Jadi ilmu ushul fikih itu ilmu kerangka pikir. Majaz dengan tambahan seperti firman Allah "laisa kamislihi syaiun" (tidak ada sesuatu apapun yang menyamai Allah) وَالْمجَاز بِالنُّقْصَانِ مثل قَوْله تَعَالَى {واسأل
Artinya: Tidak Sah Sholat-Nya Kalau Tidak Hadir Hatinya (Qalbunya) "LAYASUL SHOLAT ILLA BIN MA'RIFATULLAH" Ruhku yang MENYEMBAH ALLAH DZAT WAJIBUL WUJUD - WUJUDUL MUKHDO Maha Suci, yang BERDIRI PADA SIFAT "LAISA KAMISLIHI SYAIUN" Syiahartinya pendukung, maksudnya pendukung Ali bin Abi Thalib. Pada akhir masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba menyatakan diri masuk Islam. c. Allah itu "laisa kamislihi syaiun" tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya. d. Mengimani sifat-sifat Khabariah (yang dikhabarkan Allah
\n \n\n \n\n \n laisa kamislihi syaiun artinya
SEMARmemiliki arti Samar atau tersamar tidak jelas yg adalah Energy Hidup inilah laisa kamislihi syaiun atau tak dapat diserupakan dengan apapun alias Inti Energy. Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya. Bebadra = Membangun sarana dari dasar alias DASAR SEMUA KEHIDUPAN. Artinya al-Waraqat hanyalah kitab pengantar ushul fikih . Nama Pengarang Kitab al-Waraqat adalah Imam Haramain. Imam Haramain bernama lengkap Abu al-Ma'ali Dliya' ad-Din Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf bin Muhammad al-Juwaini. Majaz dengan tambahan seperti firman Allah "laisa kamislihi syaiun" (tidak ada sesuatu apapun yang
\n \n laisa kamislihi syaiun artinya
Allahmemiliki sifat laisa kamitslihi syaiun artinya bahwa Allah tidak bisa disamakan dengan apapun. Sesuatu yang bisa dipikir atau diingat manusia adalah syaiun artinya bukan Allah. Sehingga disini timbullah masalah dimana ketika dzikrullah di terjemahkan sebagai ingat Allah. PadahalTuhan (baca Allah) tidak ada keserupaanya (laisa kamislihi syaiun), tidak ada membandingiNya (walam yakun lahu kufuan ahad), satu-satunya Yang Maha Kuasa (innallahu ala kulli syaiin qadir). Aqidah (aqad-kepercayaan) seseorang muslim yang murni berarti ia mampu memelihara ketunggalan-keyakinan-kepercayaannya hanya kepada Allah SWT sesuai
Adalahmustahil membuktikan kebenaran Dia yang 'laisa kamislihi syaiun' (tidak ada satu pun yang menyerupai-Nya). Akal pikiran pun akan pontang-panting meraih aspek rasa yang hanya bisa dicecap oleh entitas qalb yang ada dalam setiap insan. Artinya seorang manusia harus mengaktivasi akal dalamnya - bukan sekadar berkutat dengan akal pikiran
Inimenandakan bahwa, Allah laisa kamislihi syaiun (Allah Ta'ala, tidak ada bisa diserupakan dengan siapapun, dengan siapapun), kalau ada perumpamaan sifat yang disandarkan pada Allah ta'ala, itu pertanda, betapa kecil akal manusia, sehingga untuk memberikan pemahaman akan ayat-ayat AlQuranpun, Allah memberikan contoh dan perumpamaan yang amaliahthoriqoh atau tarekat adalah amaliah dzikir yang diturunkan dari guru atau mursyid satu ke mursyid berikutnya. setiap murid yang mengikuti aliran tarekat tertentu mesti ada hadiah fatihah buat sang guru dan sesama murid seperguruan. maka amaliah ini sebenarnya memiliki kandungan yang sangat dalam bila kita tinjau dari segi silaturahmi
Orangtahu menyebutnya tetapi banyak salah mempratekkannya, sudah dipandang diri tidak ada dan dinyakini perlu apa mentiada-tiadakan diri, karena orang yang kekal dimaqam marifat sudah kekal haqkulnyakinnya bukan bentuk dan rupa yang didapat dan merasa diri tidak ada tetapi hanya "LAISA KAMISLIHI SYAIUN".
AMSeorang teman mengakui saat kami ngobrol bhw dia jarang sekali, bahkan hampir tak pernah berdo'a; baginya berdo'a itu seperti meminta, pdhl Alloh sdh kasih kita segalanya. Trus mau apa lagi kita? Katanya. Ah, Setidaknya kita melakukan perintahNya untuk berdoa kataku. Ia lalu merenung sejenak lalu menambahkan, "entahlah, mungkin doaku sekarang lebih bersifat af'al artinya jika aku ingin
18Followers, 31 Following, 0 Posts - See Instagram photos and videos from Laisa Kamislihi Syaiun (@laela8532)

Artinya Tiada tuhan selain Allah, ialah Zat yang Maha Besar dan bagi-Nya lah segala puji. Bismillaahirrohmaanirrohiim. Qul a'uudzu birobbin naasj Malikin naas k Ilaahin naas l Min syarril waswaasil khonnaasm Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasn Minal jinnati wan naas. Artinya: Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

LaisaKamislihi Syaiun.Tiada segala sesuatu yang telah diciptakan " MENYERUPAI " Keberadaan-NYA. Apa artinya berani dan sanggup mati dalam kebenaran?. Ialah keberanian dan sanggup memilih jalan yang benar. Berani dan sanggup untuk hidup " bersahaja dan bersih " dari segala perbuatan yang tercela dan mungkar. Hati bebas dari
\n laisa kamislihi syaiun artinya
Artinya "Ini adalah lembaran-lembaran yang berisi topik-topik ushul fikih" (Al-Waraqat, hlm 7) Kitab al Waraqat membahas ushul fikih lebih Tepatnya ushul fikih mazhab Asy-Syafi'i. Kitab Waraqat tidak membahas fikih dan akidah. Majaz dengan tambahan seperti firman Allah "laisa kamislihi syaiun" (tidak ada sesuatu apapun yang

PERTANYAAN. Salim Cah Nahdlotul Ulama Assalamu'a nh tentang mi'rojnya rosul.apak ah rosul ketika mi'roj bertemu allah di sidrotul muntaha? Seumpama ketemu berrti allah bersemayam di atas dong?syukr on. JAWABAN : >> Alif Jum'an Azend . Sidratil Muntaha dan Tempat Manusia Agung

Artinya: Hubungan Antara Manusia Dengan Tuhannya Adalah Cinta. Cintailah Allah Yang Karena Allah Engkau Hidup Dan Kepada Allah Engkau Kembali. Ruhku yang MENYEMBAH ALLAH DZAT WAJIBUL WUJUD - WUJUDUL MUKHDO Maha Suci, yang BERDIRI PADA SIFAT "LAISA KAMISLIHI SYAIUN rg5JiB.